Agen Bola Terpercaya

Liga Inggris

Master Betting Ogah Pikirkan Protes Suporter, Kean Fokus ke Chelsea

Agen Taruhan Bola yang memberitakan tentang Kean yang tidak mau memikirkan protes dari suporter dan lebih memilih untuk konsentrasi pada pertandingan melawan Chelsea mendatang. Pelatih Blackburn Rovers, Steve Kean lebih memilih untuk tetap fokus kepada pertandingan melawan Chelsea yang akan digelar minggu depan jika dibandingkan dengan memikirkan protes yang dilakukan beberapa suporter Blackburn Rovers. Ini semua disusul perlakuan suporter Blacburn yang meminta dirinya turun dari jabatannya. Manajemen sendiri belum memberi keputusan apakah mereka akan melepas nya atau masih mempertahankannya.

Seperti diketahui, banyak sekali suporter yang tidak puas dengan kepelatihan Kean dan memasang beberapa spanduk provokasi agar dirinya dipecat. Tidak hanya itu, ada juga diantara mereka yang berusaha meneror Kean, begitu kecewanya mereka kepada Kean sampai rela melakukan kelakuan yang seharusnya tidak seperti itu. Dalam dunia persepak bolaan seharusnya para suporter memang harus mendukung penuh apa yang menjadi intruksi pelatih jika selama itu berdampak baik bagi prestasi team. Tapi jika semua itu berbalik dari prestasi maka hal inilah yang akan terjadi. Jika tidak Pelatih maka ya pemain. Protes keras yang dilakukan suporter Blackburn Rovers memang dengan alasan dan tidak hanya sekedar tidak senang kepada Kean.

Saat ini Blackburn Rovers berada di posisi ke-18. Blackburn hanya mengoleksi 6 poin dari 10 pertandingan Premier League yang telah bergulir. Ini sungguh memalukan, tim yang pernah menjadi besar di masa kejayaan nya, tak seharusnya mendapatkan hasil yang seperti itu. Setidaknya mereka mampu menembus papan tengah Liga Inggris. Posisi ke 18 merupakan posisi juru kunci dan kemungkinan untuk bangkit sangat lah sulit, maka karena itu Kean sang pelatih Blackburn diminta secara paksa turun oleh para suporternya.

Kean sangat mengharapkan para pemainnya dapat memberikan performa yang terbaik saat melawan klub London Chelsea, Sabtu (5/11) mendatang. Terlebih lagi dengan kondisi John Terry yang dibalut masalah rasialis, Kean ingin timnya dapat memanfaatkan momentum dengan baik. Kami harus berusaha menang, karena di dalam kubu Chelsea masih terdapat beberapa masalah Intern yang kemungkinan besar bisa mengubah konsentrasi Tim.

“Kami memiliki banyak pemain bagus. Saya yakin mereka dapat kembali bermain baik dan membanggakan fans,” ujar Kean menanggapi protes kepadanya. Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim dan juga untuk kebanggaan para suporter kami, kami berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukan ini. Kami hanya butuh dukungan tulus dan doa dari para suporter,”tambah Kean.

Kean juga percaya lebih banyak suporter yang mendukung mereka, dibanding suporter yang menghakimi dirinya. “Suporter yang baik adalah mereka yang selalu mendukung kinerja tim favoritnya, tidak sepantasnya mereka membentangkan spanduk provokasi itu,” kata Kean.

Namun, Kean juga waspada dengan pasukan Andre Villas-Boas. Chelsea yang baru saja ditahan imbang 1-1 oleh Genk di Liga Champions, pasti memiliki motivasi besar untuk mengalahkan Blackburn.

“Chelsea adalah tim besar, dan kami sepatutnya waspada.” lanjutnya. “Kami akan menghadapi pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi, dan berharap bisa mengalahkan Chelsea.”

1 comment - What do you think?  Posted by admin - November 4, 2011 at 3:57 pm

Categories: Liga Inggris   Tags:

Master Betting Efektivitas Yang Kurang Apik Dari Ujung Tombak The Reds

Agen Taruhan Bola dengan berita terbaru seputar Liga Inggris tentang Efektivitas yang kurang apik dari ujung tombak The Reds. Liverpool terus menjaga persaingan di papan atas Premier League. Kemenangan atas West Bromwhich Albion terasa mengesankan lantaran diraih tanpa keberadaan duo kapten, Steven Gerrard yang mengalami infeksi pada lutut, dan Jamie Carragher akibat cedera. Ini membuktikan The Reds bisa tetap tampil apik meski tak diperkuat dua pemimpinnya. Laga itu pun kian membuktikan keserasian duet Suarez dan Andi Carroll di lini depan. Suarez menjadi kreator dua gol Liverpool di stadion Hawthorns. Setelah menjadi akibat penalty, Suarez dengan jitu melihat pergerakan Carroll yang berujunga pada penciptaan gol kedua.

“Bermain dan berpasangan dengan Suarez sangatlah fantastis. Dia mengkreasi banyak peluang bagi pemain lain. Beruntung kami memiliki sosok seperti Suarez,” puji Carroll usai pertandingan. Kemenangan atas West Brom itu memang mengakhiri nasip sial Liverpool yang pada pekan sebelumnya hanya bisa bermain imbang melawan Noewich City. Hanya permasalahannya yang timbul pada laga melawan Norwich juga beberapa laga sebelumnya, masih belum terselesaikan. Yakni, penyelesaian akhir yang tidak efektif. Fakta yang dirilis oleh PA Sports membuktikan Liverpool sebagai tim yang paling tidak efisien dalam mengonversi peluang yang didapat untuk menjadi gol. Dibandingkan dengan enam tim teratas yang tersering melakukan tembakan, catatan tepat sasaran Liverpool juga yang paling rendah. Bayangkan saja, untuk mencetak satu gol, Liverpool butuh 14 tembakan. Bandingkan dengan Machester City yang hanya butuh 5,42 tembakan atau TottenhamHotspurs yang berhasil menciptakan gol setiap melepas 8,27 tendangan. statistik itu berbanding lurus dengan statistik induvidu para pemain. Ambil contoh Suarez dengan Edin Dzeko. Suarez hanya bisa mengkonversi 41 tembakan yang dilepaskannya menjadi empat gol (9,76%). Bandingkan dengan Dzeko yang bisa melesahkan sembilan gol hanya dari 29 tembakan (31,03%). Hal ini sudah menjadi bahan renungan manajer Kenny Dalglish.

“Ketika tidak bisa mengkonversi kesempatan menjadi gol, kami selalu membiarkan lawan yang membuat peluang lewat serangan balik,”keluh Dalglish.
Pendapat Dalglish diamini oleh Legenda Liverpool, John Aldridge.
“Ketidak efektifan dalam menyelesaikan peluang telah menimbulkan masalah lagi bagi Liverpool. Kreatifitas memang dibutuhkan untuk menciptakan peluang. Tapi, semua tim tentu tetap butuh kebringasan di mulut gawang lawan. Masalah yang timbul ketika gagal menyelesaikan peluang adalah, pemain akan tiba-tiba merasa  ada yang di ‘curi’ darinya. Hal itu akan membuat konsentrasi pemain menjadi buyar,” beber pemain yang sukses mengonversi 63 gol dari 104 tampil bersama The Reds antara 1987 dan 1989 itu.

Seperti kata Dalglish dan Aldridge, ada dua hal negative yang timbul ketika Liverpool gagal memanfaatkan peluang yang didapat. Pertama, lawan akan memanfaatkannya untuk mencetak gol melalui serangan balik. Kedua, pemain merasa frustasi sehingga akan terburu-buru dalam menyelesaikan peluang berikutnya yang didapat. Tentunya menjadi hak Dalglish untuk menambah porsi Shooting pada program latihannya. Dan, para pemain pun harus sadar dengan kondisi ini dan mau menambah sendiri waktu latihannya. Tidak hanya para striker, pemain lain seperti midfielder juga membutuhkan program latihan tambahan karena Midfielder juga kerap melepaskan tendangan dari jarak jauh.

Be the first to comment - What do you think?  Posted by admin - at 3:46 pm

Categories: Liga Inggris   Tags: